Pendiri bangsa Amerika konon sangat meyakini hal-hal berbau mistis. Entah kenapa misalnya, batu puncak Monumen Washington dibuat dengan berat tepat 3300 pon (1500 kilogram). Kenapa 3300 pon?
Tradisi mistis meyakini angka 33 adalah angka suci. Pada masa Pythagoras, tradisi numerologi menganggap 33 angka sebagai angka tertinggi, angka suci menyimbolkan Kebenaran Suci. Bukan kebetulan jika orang Kristen diberi tahu bahwa Yesus disalib pada usia 33 walaupun tidak ada bukti historis nyata tentang hal itu.
Isaac Newton–ilmuwan yang lekat dengan mistisme–menemukan sistem pengukur suhu berdasarkan fenomena alam, memilih 33 derajat sebagai suhu suhu air mendidih.
Tradisi itu bertahan dalam Persaudaraan Mason … dan di tempat-tempat lain. Tiga puluh tiga adalah derajat tertinggi dalam Persaudaran Mason.
Tulang belakang manusia tersusun tepat dari 33 tulang. Dasar tulang belakang atau sacrum, secara harfiah berarti “tulang suci”. Kaum Mason memahami tubuh manusia adalah sebuah kuil, sedangkan ilmu pengetahuan yang dihormati kaum Mason, dipahami sebagai pemahaman kuno mengenai cara menggunakan kuil untuk tujuan tertinggi dan termulianya.

Lukisan terbesar di US Capitol Washington adalah lukisan dinding seluas 433 meter persegi yang menuntupi kanopi Rotunda Capitol: The Apotheosis of Washington yang dikenal sebagai “Michaelangelo-nya Capitol”. Diselesaikan pada 1865 oleh Constantino Brumidi, ia menorehkan namanya di Rotunda Capitol sama seperti Michaelangelo di Kapel Sistine.
Apotheosis secara harfiah berarti ‘perubahan yang bersifat ketuhanan’ – dari manusia menjadi Tuhan. Apotheosis of Washginton dengan jelas menggambarkan George Washington sedang ditransformasikan menjadi dewa. Berjubah putih, George Washington terangkat di atas awan dikelilingi tiga belas bidadari, serta serangkaian gambar anarkonis aneh: dewa-dewa kuno memberikan pengetahuan maju kepada para bapak bangsa Amerika:
Minerva memberikan inspirasi teknologi.
Vulcan mengilhami Amerika mendirikan mesin uap.
Neptunus memberi ilham tentang jalur kabel transatlantik.
Ceres membuka jalan terobosan baru pertanian.

Salah satu persegi empat ajaib yang paling terkenal dalam sejarah temuan adalah persegi empat formasi-delapan yang dipublikasikan pada 1769 oleh ilmuwan Amerika Benjamin Franklin dan menjadi terkenal karena menyertakan “penjumlahan diagonal membengkok” yang belum pernah ada sebelumnya. Obsesi Franklin terhadap bentuk seni ini kemungkinan besar berasal dari hubungan-hubungann pribadinya dengan para alkemis dan mistik terkemuka saat itu, dan juga keyakinannya sendiri dalam astrologi, yang merupakan landasan bagi prediksi-prediksi yang dibuatnya dalam Poor Richard’s Almanack.
Susunan unik angka 1 sampai 64 dengan penjumlahan setiap baris, kolom, dan diagonal menghasilkan konstanta ajaib yang sama.

Source : lostsymbolindonesia.wordpress.com
Ada kebijakan rahasia telah diturunkan berabad-abad bersumber dari Ajaran-Ajaran Misteri zaman Mesir awal. Pengetahuan ini sempat terkubur dan muncul kembali ketika masa Renaisans Eropa. Di sana menurut sebagian besar catatan, pengetahuan itu dipercayakan kepada sekelompok elite ilmuwan di balik dinding-dinging pusat pemikiran ilmiah utama Eropa-the Royal Society of London-yang secara misterius dijuluki Invisible College.
Akademi rahasia ini dengan cepat menjadi kelompok penasihat yang terdiri atas orang-orang paling tercerahkan di dunia–Isaac Newton, Francis Bacon, Benjamin Franklin, dan Robert Boyle. Saat ini daftar anggota-anggota modernnya juga tak kalah mengesankan–Einstein, Hawkings, Bohr dan Celsius. Semua orang terpandai telah membuat lompatan kuantum dalam pemahaman manusia, yaitu kemajuan-kemajuan yang menurut beberapa orang adalah hasil eksplorasi mereka terhadap kebijakan kuno yang tersembunyi di Invisible College.
Dokumen-dokumen rahasia Newton yang ditemukan pada 1936 mengejutkan dunia karena mengungkapkan kegairahan luar biasa Newton terhadap studi alkimia kuno dan kebijakan mistis. Dokumen-dokumen pribadi Newton meliputi surat tulisan-tangan untuk Robert-Boyle, dan di dalam surat itu, dia mendorong Boyle untuk tetap “membisu” mengenai pengetahuian mistis yang telah mereka pelajari. “Pengetahuan itu tidak bisa disampaikan,” tulis Newton, “tanpa menimbulkan kerusakan dahsyat di dunia.”

Source : lostsymbolindonesia.wordpress.com
Iseng-iseng gw buka website depkeu.go.id dan menemukan fakta berikut :
Menteri Keuangan Agus D. Martowardojo; —> FEUI
Kabinet Indonesia Bersatu II; 20-05-2010 s.d sekarang.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati; —> FEUI
Kabinet Indonesia Bersatu; 07-12-2005 s.d 20-05-2010.
Menteri Keuangan Jusuf Anwar; —> Unpad
Kabinet Indonesia Bersatu; 21-10-2004 s.d 07-12-2005.
Menteri Keuangan Boediono; —> UGM
Kabinet Gotong Royong; 10 Agustus 2001 s.d. 21-10-2004.
Menteri Keuangan Rizal Ramli;—> ITB
Kabinet Persatuan Nasional; 13 Juli 2001 s.d. 10 Agustus 2001.
Menteri Keuangan Prijadi Praptosuhardjo;—> IPB
Kabinet Persatuan Nasional; 28 Agustus 2000 s.d. 13 Juli 2001.
Menteri Keuangan Bambang Sudibyo; —> UGM
Kabinet Persatuan Nasional; 29 Oktober 1999 s.d. 28 Agustus 2000.
Menteri Keuangan Bambang Subianto; —> FEUI
Kabinet Reformasi Pembangunan; 23 Mei 1998 s.d. 29 Oktober 1999.
Menteri Keuangan Fuad Bawazier; —> UGM
Kabinet Pembangunan VII; 16 Maret 1998 s.d. 23 Mei 1998.
Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad; —> FEUI
Kabinet Pembangunan VI; Maret 1993 s.d. Maret 1998.
Menteri Keuangan Johannes Baptista Sumarlin dan Menteri Muda Keuangan Nasruddin Sumintapura; —> jelas FEUI, dan gw baru nyadar kalo pak nasrudin itu dulu pernah ngajar Manajemen gw… *baru tahu*
Kabinet Pembangunan V; Maret 1988 s.d. 1993.
Menteri Keuangan Radius Prawiro; —> FEUI
Kabinet Pembangunan IV; 31 Maret 1983 s.d. 21 Maret 1988.
Menteri Keuangan Ali Wardhana; —> FEUI
Kabinet Pembangunan II; 27 Maret 1973 s.d. 31 Maret 1983.
Menteri Keuangan Ali Wardhana;
Kabinet Pembangunan I; 6 Juni 1968 s.d. 27 Maret 1973.
Menteri Keuangan Frans Seda; —> Holland
Kabinet Ampera yang disempurnakan; 17 Oktober 1967 s.d. 6 Juni 1968.
Menteri Keuangan Frans Seda;
Kabinet Ampera; 25 Juli 1966 s.d. 17 Oktober 1967.
Menteri Keuangan (Koordinator) Sumarno; —> ga ada data
Kabinet Dwikora yang disempurnakan; 28 Maret 1966 s.d. 25 Juli 1966.
Menteri Keuangan (Koordinator) Sumarno;
Kabinet Dwikora; 27 Agustus 1964 s.d. 28 Maret 1966.
Menteri Keuangan (Koordinator) Sumarno;
Kabinet Kerja IV; 13 Nopember 1963 s.d. 27 Agustus 1964.
Menteri Keuangan R.M Notohamiprodjo; —> ga ada info
Kabinet kerja III; 6 Maret 1962 s.d. 13 Nopember 1963.
Menteri Keuangan Djuanda dan R.M Notohamiprodjo;
Kabinet kerja II; 18 Februari 1960 s.d. 6 Maret 1962.
Menteri Keuangan H. Djuanda; —> ITB
Kabinet Kerja I; 10 Juli 1959 s.d. 18 Februari 1960.
Menteri Keuangan Sutikno Slamet; —> no data
Kabinet Karya; 9 April 1957 s.d. 10 Juli 1959.
Menteri Keuangan Jusuf Wibisono; —> Unpad
Kabinet Ali Sastroamidjojo II; 24 Maret 1956 s.d. 9 April 1957.
Menteri Keuangan Sumitro Djojohadikusumo; —> FEUI
Kabinet Burhanuddin Harahap; 12 Agustus 1955 s.d. 24 Maret 1956.
Menteri Keuangan Ong Eng Die; —> Amsterdam
Kabinet Ali Sastroamidjojo I; 30 Juli 1953 s.d. 12 Agustus 1955.
Menteri Keuangan Sumitro Djojohadikusumo;
Kabinet Wilopo; 3 April 1952 s.d. 30 Juli 1953.
Menteri Keuangan Jusuf Wibisono;
Kabinet Sukiman-Suwirjo; 27 April 1951 s.d. 3 April 1952.
Menteri Keuangan Sjafrudin Prawiranegara; —> no source
Kabinet Natsir (Kabinet Negara Kesatuan yang pertama); 6 September 1950 s.d. 27 April 1951.
Menteri Keuangan Lukman Hakim; —> ga ada data
Kabinet Susanto; 20 September 1949 s.d. 21 Januari 1950;
dan sampai Kabinet Halim; 21 Januari 1950 s.d. 6 September 1951.
Menteri Keuangan Sjafruddin Prawiranegara;
Kabinet R.I.S.; 20 Desember 1949 s.d. 6 September 1950.
Menteri Keuangan Surachman Tjokrodisurjo; —> ga ada data
Kabinet Sjahrir I; 14 November 1945 s.d. 12 Maret 1946.
Menteri Keuangan Sunarjo Kolopaking dan diganti Surachman Tjokrodisurjo;—>nama gedung di FEUI
Kabinet Sjahrir I; 14 November 1945 s.d. 12 Maret 1946.
Menteri Keuangan Samsi, kemudian diganti oleh A.A Maramis; —> ga ada data
Kabinet Presidensial; 19 Agustus 1945 s.d. 14 November 1945.
Setelah dihitung-hitung, ternyata almamater menteri keuangan cukup tersebar ;
UI 7
ITB 2
Unpad 2
IPB 1
UGM 3
namun, tetep donk yang paling banyak yang paling oke…Hahaha

The exotic Japan

The “Rotten Apple” New York

The “Mysterious” Paris

and The “Very Holmes” London…
Eh, pas buka internet tiba teringat lagu2 barat jadul yang dulu hits banget, dan selalu dinyanyiin di kamar mandi… Liriknya cukup inspiratif dan megandung seribu makna yang mendalam…
Don’t you ever wish you were someone else,
You were meant to be the way you are exactly.
Don’t you ever say you don’t like the way you are.When you learn to love yourself, you¹re better off by far.
And I hope you always stay the same,cuz there¹s nothin’ ‘bout you I would change.
I think that you could be whatever you wanted to be
If you could realize, all the dreams you have inside.
Don’t be afraid if you’ve got something to say,
Just open up your heart and let it show you the way.
Believe in yourself.
Reach down inside.
The love you find will set you free.
Believe in yourself, you will come alive.
Have faith in what you do.
You’ll make it through.
Joey Mcintyre - Stay The Same lyrics
School Uniform at the age of twenty —-> really excited, aha! :D
darwinhuang :
beneran mesti pake uniform? wahahaaa
Hei! Akhirnya keinginan punya blog tercapai juga… Hahaha…
There is no class today, but still gw pulang jam 7 malam ke kosan. Hari ini tanggal 20, it means hari terakhir pelaporan pajak. Maka berbondong-bondonglah orang ke KPP, termasuk gw. Singkat cerita berangkatlah gw ke KPP naik angkot Nomor 04 biru dari belakang Kutek (penting ga sih gw nyebutinnya??Hahaha), dan nyampe sana… *Tiittt*… Nomor antrian anda 243… emang sekarang lagi nomor berapa? Di layar terpampang 150. What? Berarti masih ada 93 orang lagi donk? Bisa ampe sore nih!
Alhasil, dengan wajah gusar dan pasrah gw duduk menanti dengan sabar. Samar-samar terdengar gosip ibu2 di sebelah gw…
Ibu 1 : Eh, tau ga sih dulu gw uda kerja 16 tahun di PT *tit*, gw selalu bayar pajak nihil alias ga bayar pajak!
Ibu 2 : Nah lho, kog bisa? Uda kerja 16 tahun, masa besarannya gajinya masi ga dikenai pajak?
Ibu 1 :(dengan bangga) iya la.. jadi kantor saya tuh selalu laporin besaran gaji bruto saya tuh nilai UMR, jadi kalo UMR nya naik, ya dilaporinnya juga naik. Meskipun gw terima bersihnya berjuta-juta, dilaporinnya ya UMR ntuh… jadi ya gaji saya ga pernah dipotong pajak…
Ibu 2 : owwhhh… enak juga ya
Gw dalam hati : Itu namanya ngemplang pajak Bu, untung ga kedengaran orang pajaknya tadi, ngomongnya keras2 pula, Hahaha…
Pembicaraan berlanjut, ga tau apakah mereka expert dalam pajak ato sekedar bincang-bincang tetangga, mulailah kedua ibu2 tersebut ngomong masalah denda lah, dana jamsostek la, ampe ke Sunset Policy (buset, itu apaan ya?? mencoba membuka buku Waluyo kembali)… Selidik punya selidik, kedua ibu2 tadi berinisiatif nitip ke mas2 sebelah mereka yang nomornya uda deket (setelah melirik nomor antriannya tentu saja). Wah,enak banget coy! Trus setelah gw pikir2, berarti nomor antrian ibu itu uda ga kepake lagi kan. Ternyata setelah gw intip no 210, langsung dengan tanpa basa basi, “Bu, nomornya ga kepake lagi kan? Bisa minta Bu??”, “Oh ya dek, ambil aja, biasa la kalo uda tanggal2 20 uda biasa tuker2an”, jawab si ibu. Puji Tuhan, lumayan bisa lompatin 33 orang, hehhe. (FYI, orang sebelah gw liatin dengan nyinyir, Hahaha).
Menunggu lah lagi gw, trus ada mas2 yang duduk lagi sebelah gw.
Mas2 : Mas punya 2 nomor ya ? (sambil melirik ke kertas gw dengan curiga)
Gw : Iyaa, tadi ada yang ngasi gw..
Mas2 : Owhh, eh mas, boleh nitip ga?mau lapor berapa lembar?
Gw : 4 doank sih…, emang mas berapa lembar?
Mas2 : Owhh, dikit doank kok, cuman 6…
Gw : What?? Lama banget donk gw ntar (dalam hati tentunya, tapi karena ga enak juga nolak ya gw iyain aja) ya uda deh…
Mas2 : Makasih ya. Macet tadi mas, dari Cibinong gw, naik angkot, panas2 lagi,… (trus dia ngomel apa gw uda lupa„ haha) Lagi laporin pajak PT ya mas?
Gw : Bukan mas, koperasi mahasiswa..
Mas2 : Kalo gw laporin pajaknya PT, mas pasti tau deh, Okudoku (kalo ga salah ya…)…
Gw : Ehhh….
Mas2 : Itu lo yang ada di mall2, yang jualan barangnya serba 5 rb…
Gw : (berpikir keras) owwhhhh…
Mas2 : Nah, tau kan…
Gw : Iya2… (padahal gw ga tau apaan tuh, kalo yang jualan barang 5 ribu sih di Medan namanya Toko Serba Lima Ribu, emang di Jkt ada juga ya?)
Alhasil gw ngalah aja la, haha, iya2in aja…
Dua Ratus Sepuluh…Di loket… Lima…
Pelaporan hanya beberapa menit, namun yang nyangkut di hati napa yah tuh mbak2 di depan meja ga pernah senyum ya? Kita kan warga negara yang taat pajak bu… yah mbok dihargain lah… Hello! (niruin ciri khas salah satu dosen FEUI)
Pulangnya, antrian gw yang nomor 243 langsung dilirik dan diminta wajib pajak yang baru aja datang… ya sudahlah..ga kepake juga, teringat quotes “Apa yang ingin anda harapkan orang lain perbuat padamu, lakukanlah hal demikian juga kepada mereka”… Akhirnya gw pulang hanya menunggu 45 menit, sekali lagi HANYA, yah…just think by yourself gimana pelayanan pajak di Indonesia!